Presiden Barcelona, Joan Laporta, menanggapi tudingan Xavi Hernandez terkait gagalnya kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou pada 2023. Xavi sebelumnya mengklaim sudah ada kesepakatan untuk membawa Messi pulang setelah kontraknya di Paris Saint-Germain habis, tetapi Laporta disebut tidak memberikan persetujuan akhir.
Isu ini memuncak setelah mantan direktur olahraga Barcelona, Mateu Alemany, mendukung pernyataan Xavi. Tuduhan ini menimbulkan ketegangan di internal klub, apalagi menjelang pemilihan mandat keempat Laporta. Presiden Barcelona itu menegaskan bahwa cerita Xavi dan Alemany tidak sepenuhnya benar.
Laporta menekankan bahwa semua proses kembalinya Messi harus melalui persetujuan La Liga. Ia menyebut klub tidak pernah menerima persetujuan final dan masih banyak nuansa yang harus diperhatikan. Menurutnya, Xavi dan Alemany dimanfaatkan oleh pihak lain dalam mengangkat isu ini.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Klarifikasi Laporta
Dalam wawancara dengan program Onze di Esport 3, Laporta menegaskan hubungan baiknya dengan Alemany. Namun, ia percaya bahwa komentar Alemany dibuat dengan tujuan tertentu. Ia menambahkan, ketika rasa kesal bercampur dalam pernyataan seseorang, informasi bisa menjadi tidak akurat.
Presiden Barcelona itu juga menyebut hubungannya dengan Javier Tebas, Presiden La Liga, tetap positif. Laporta menilai Alemany kini berada di Atletico Madrid dan mungkin ingin menggoyang rival langsung seperti Barcelona. Menurut Laporta, ini menjadi salah satu alasan komentar tersebut muncul.
Selain itu, Laporta menekankan bahwa klub telah melakukan segala upaya untuk meyakinkan Messi kembali. Namun, faktor eksternal seperti regulasi dan persetujuan La Liga membuat proses tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan tidak ada niat buruk dalam keputusan yang diambil.
Baca Juga: Chelsea Tidak Punya Kiper Utama Musim Ini
Xavi Terpengaruh Emosi
Laporta juga menyinggung pernyataan Xavi mengenai pemecatannya sebagai pelatih pada musim panas 2024. Ia menilai opini Xavi tidak sepenuhnya objektif karena masih menyimpan kekecewaan. Menurut Laporta, emosi tersebut memengaruhi cara Xavi melihat kebenaran terkait keputusan klub.
Ia menambahkan bahwa pernyataan Xavi justru mengonfirmasi keputusan klub sudah tepat. Laporta menekankan bahwa dengan hampir pemain yang sama, Xavi kalah saat menangani tim, sementara Hansi Flick mampu meraih hasil positif.
Hal ini menurutnya menunjukkan keputusan klub dalam merombak strategi sudah tepat. Presiden Barcelona itu menegaskan semua orang bebas berbicara, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa keputusan klub didasari pertimbangan profesional, bukan semata ego atau emosi.
Upaya Meluruskan Fakta
Laporta berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi publik mengenai isu kembalinya Messi. Ia menegaskan bahwa fokus klub tetap pada pembangunan tim dan target sportif, bukan pada polemik internal. Keputusan mengenai pemain dan pelatih selalu diambil dengan pertimbangan matang demi kepentingan Barcelona.
Ia juga menegaskan bahwa hubungan internal klub tetap harmonis, meski ada perbedaan pendapat. Laporta berharap semua pihak memahami konteks sebenarnya, termasuk regulasi La Liga dan strategi klub.
Dengan memberikan penjelasan ini, Laporta ingin menutup spekulasi yang beredar dan menunjukkan bahwa keputusan manajemen adalah hasil pertimbangan profesional. Ia menekankan bahwa kepentingan Barcelona tetap menjadi prioritas utama, jauh di atas opini individual atau perasaan pribadi. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita olahraga menarik lainnya di sports-vulkanstavka.com.
