Leicester Terjerat Masalah Finansial dan Turun ke Zona Bahaya

Bagikan

Leicester City baru-baru ini dijatuhi hukuman pengurangan enam poin oleh English Football League karena melanggar aturan finansial. Akibatnya, posisi mereka di Championship turun drastis dari peringkat ke-17 menjadi ke-20, masuk ke zona degradasi.

Leicester Terjerat Masalah Finansial dan Turun ke Zona Bahaya

Keputusan ini berlaku secara langsung dan membuat klub harus segera beradaptasi. Sanksi diberikan setelah klub terbukti melanggar Profit and Sustainability Rules (PSR) oleh Premier League pada Mei lalu.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Peraturan ini mengatur batas kerugian yang boleh dicatatkan klub selama tiga musim. Pelanggaran aturan ini menunjukkan Leicester membelanjakan lebih dari batas yang diperbolehkan, meski klub sudah mengalami degradasi dari Premier League musim sebelumnya.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Selain itu, Leicester kini juga menghadapi situasi sulit karena tidak memiliki manajer tetap setelah pemecatan Marti Cifuentes. Klub pun menyatakan ketidakpuasannya atas sanksi tersebut dan menilai keputusan ini tidak proporsional dengan kondisi keuangan mereka.

Kerugian Finansial yang Membebani Klub

Laporan keuangan Leicester menunjukkan kerugian besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada periode hingga Mei 2022, klub mencatatkan kerugian hampir 93 juta pounds, dan pada musim 2022/2023, kerugian hampir mencapai 90 juta pounds. Angka ini masih di luar pengeluaran untuk investasi infrastruktur dan pengembangan sepak bola wanita, yang dianggap wajar oleh liga.

Klub berargumen bahwa metode perhitungan periode 36 bulan yang digunakan liga menghasilkan angka overspend sebesar 20,8 juta pounds, meski mereka mengajukan periode 37 bulan sebelumnya. Hal ini menimbulkan perdebatan mengenai cara penilaian kerugian dan kesesuaian sanksi yang dijatuhkan.

Pengurangan enam poin membuat Leicester hanya selamat dari degradasi berdasarkan selisih gol. Tren buruk juga menghantui tim karena mereka tidak pernah menang dalam empat pertandingan terakhir di Championship. Kondisi ini memperburuk tekanan psikologis klub dan pemain dalam menghadapi musim yang berat.

Baca Juga: Paul George Diskors 25 Laga, 76ers Kehilangan Pilar Penting hingga Akhir Musim

Perbandingan Kasus Manchester City

Leicester Terjerat Masalah Finansial dan Turun ke Zona Bahaya

Sementara Leicester menghadapi sanksi langsung, Manchester City juga dibayangi masalah finansial yang serius, namun kasusnya masih berlangsung lama. Klub ini menghadapi 115 tuduhan utama terkait pelaporan keuangan yang tidak akurat dan dugaan pelanggaran PSR. Tuduhan ini mencakup periode sembilan musim dari 2009 hingga 2018.

Manchester City secara konsisten membantah semua tuduhan. Klub menyatakan telah memberikan bukti kuat untuk membela diri, dan sidang independen atas kasus ini berlangsung selama beberapa bulan hingga Desember 2024. Namun hingga kini, keputusan resmi belum diumumkan oleh panel independen yang menilai bukti dari kedua pihak.

Penundaan pengumuman keputusan juga dipengaruhi oleh kompleksitas kasus dan dinamika internal liga. Banyak pihak memperkirakan putusan bisa tertunda hingga akhir musim atau lebih lama lagi. Situasi ini membuat publik Inggris menunggu dengan cemas tentang nasib salah satu klub terbesar Premier League.

Potensi Dampak Sanksi dan Masa Depan Klub

Jika terbukti bersalah, Manchester City bisa menghadapi sanksi berat, mulai dari pengurangan poin besar hingga denda finansial yang signifikan. Dalam skenario ekstrem, hukuman tersebut bahkan berpotensi memengaruhi status mereka di Premier League, meski hal ini dianggap paling ekstrem.

Kasus Leicester dan City menunjukkan bahwa aturan finansial menjadi alat penting bagi liga untuk menjaga keseimbangan kompetisi. Klub-klub dipaksa lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran agar tidak melanggar batas PSR.

Bagi Leicester, fokus utama saat ini adalah mengatasi tekanan degradasi dan membalikkan tren negatif di Championship. Sedangkan untuk Manchester City, keputusan yang tertunda menimbulkan ketidakpastian yang memengaruhi strategi klub di masa depan, baik di level domestik maupun Eropa. Simak terus pembahasan olahraga terupdate lainnya hanya di sports-vulkanstavka.com.