Badai Cedera di Real Madrid Siapa yang Harus Disalahkan?

Bagikan

Real Madrid kembali menghadapi badai cedera yang membuat performa tim naik turun dalam beberapa musim terakhir. Pertanyaan besar muncul, apakah masalah utama Los Blancos terletak pada kedalaman skuad atau justru manajemen kebugaran pemain?

Badai Cedera di Real Madrid Siapa yang Harus Disalahkan?

Isu ini semakin mencuat sejak kepergian Xabi Alonso, yang kabarnya berselisih pandangan dengan manajemen terkait siapa yang seharusnya mengendalikan departemen kebugaran. Dalam sepak bola modern, pelatih fisik bukan sekadar staf tambahan, melainkan elemen penting yang menentukan konsistensi performa tim.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Selama periode kedua Carlo Ancelotti menukangi Madrid, kembalinya Antonio Pintus dianggap kunci kebangkitan fisik tim. Di bawah arahan Pintus, Los Blancos sempat menjuarai La Liga dan Liga Champions, menegaskan peran vital departemen kebugaran dalam kesuksesan tim.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Data Cedera dan Konflik Internal

Meski kembali ditangani Pintus, data cedera tetap tinggi. Dalam tiga dari empat musim terakhir, Real Madrid mencatat lebih dari 50 kasus cedera per musim. Masalah ini diperparah oleh hubungan internal yang retak antara staf kebugaran dan manajemen.

Pernah terjadi konflik besar ketika Xabi Alonso membawa pelatih kebugaran pilihannya, Ismael Camenforte, namun manajemen tidak puas. Pintus akhirnya dikembalikan, tetapi kembalinya ia belum menghasilkan perbaikan signifikan. Trent Alexander-Arnold, Eder Militao, dan Dani Carvajal tercatat absen panjang karena cedera.

Selain itu, beberapa pemain seperti Militao dan Carvajal kerap bermasalah dengan cedera meski sebelumnya berada di bawah pengawasan Pintus. Hal ini menunjukkan bahwa faktor cedera tidak semata-mata karena staf kebugaran, tetapi juga pola penggunaan pemain dan jadwal padat.

Baca Juga: Inter Miami Berambisi Datangkan German Berterame dari Monterrey

Jadwal Padat dan Pemain Menua

Badai Cedera di Real Madrid Siapa yang Harus Disalahkan?

Intensitas fisik yang tinggi menjadi faktor lain. Real Madrid selalu bersaing di level tertinggi di semua kompetisi, sehingga pemain utama jarang dirotasi. Federico Valverde, Antonio Rudiger, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham nyaris selalu bermain tanpa jeda.

Minimnya rotasi membuat cedera semakin mudah terjadi, dan memperpanjang waktu pemulihan bagi pemain yang menua. Alonso pernah mendorong manajemen untuk menambah satu gelandang tengah dan satu bek tengah pada bursa transfer, tetapi langkah ini belum cukup mengurangi tekanan fisik pada skuad utama.

Faktor usia dan kelelahan juga berperan besar. Ketika pemain utama terus dimainkan, risiko cedera meningkat, sementara pelapis tidak mendapat kesempatan untuk terbiasa dengan intensitas tinggi kompetisi.

Pelajaran dari Barcelona dan Cermin Real Madrid

Situasi serupa terlihat di Barcelona. Pada musim 2023/2024, cedera beruntun menghantam tim, memaksa Xavi mengeluhkan keterbatasan skuad. Minimnya opsi rotasi membuat pemain seperti Pedri, Gavi, dan Ronald Araujo tertekan, yang seharusnya bisa lebih fit jika skuad lebih dalam.

Real Madrid dan Barcelona menghadapi masalah yang sama: rekam jejak cedera buruk dan kedalaman skuad yang belum ideal. Menyalahkan satu faktor saja, baik staf kebugaran atau kualitas pemain cadangan, tidak akan menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

Untuk tetap bersaing di level tertinggi, Los Blancos harus menyeimbangkan manajemen kebugaran, rotasi pemain, dan strategi penggunaan skuad. Tanpa perbaikan di semua aspek, risiko cedera dan performa menurun akan terus menjadi ancaman bagi ambisi mereka. Simak terus pembahasan sport global terupdate lainnya hanya di sports-vulkanstavka.com.